Perbedaan TOEFL ITP dan IBT, Harus Pilih Tes Mana?

Untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri, kamu memerlukan sertifikat kemampuan bahasa Inggris salah satunya TOEFL. TOEFL sendiri terdapat dua jenis tes yang berbeda yaitu ITP dan iBT. Perbedaan TOEFL ITP dan iBT tentu saja sangat signifikan.

Apa Itu TOEFL iBT

TOEFL iBT (Internet Based Version) dilakukan secara daring dan merupakan tes TOEFL yang paling terkenal. Bila kita berbicara mengenai tes TOEFL, acuannya tentu saja pada TOEFL versi iBT.

Apa itu TOEFL ITP?

Sementara untuk TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dilakukan di atas kertas. Dulunya tes ini dikenal dengan PBT (Paper Based Test). Banyak lembaga pendidikan yang mengharuskan calon mahasiswanya mengambil TOEFL ITP.

Kedua tes TOEFL ini memang resmi dan diakui oleh lembaga studi maupun perusahaan. Kedua tes ini dibuat oleh ETS, namun tentu saja ada perbedaannya.

Perbedaan TOEFL ITP dan iBT

TOEFL ITP dan iBT terlihat jelas bedanya dari sisi modalitas tesnya. TOEFL iBT tesnya berbasis komputer, sementara TOEFL ITP berbasis kertas dan hanya bisa dilakukan oleh lembaga tertentu seperti sekolah.

Beda TOEFL iBT dan ITP bisa kamu pelajari lebih lanjut di bawah ini.

1. Karakteristik TOEFL ITP dan IBT

TOEFL ITP biasanya dipakai untuk persyaratan di bidang akademis maupun melamar pekerjaan. Jenis TOEFL ini juga bisa dipakai untuk alasan pribadi maupun untuk menilai keefektifan kursus bahasa Inggris yang kamu ikuti.

Sementara untuk TOEFL iBT merupakan jenis tes yang banyak diminta dan diikuti oleh kebanyakan orang. Karena sesuai dengan basisnya kalau tes TOEFL iBT ini dilakukan di komputer, jadi tes bisa dilakukan secara online.

Dengan memiliki koneksi internet saja, kamu sudah bisa mengikuti TOEFL iBT. Dengan teknologi terbarunya itu, tes TOEFL iBT menjadi pengganti tes TOEFL PBT yang sebelumnya ada.

Organisasi yang menjadi perwakilan TOEFL adalah ETS. Lembaga ini bekerja sama dengan berbagai pusat aplikasi tes di banyak negara di seluruh dunia. Dengan lembaga ini, kamu bisa tes TOEFL iBT secara online dengan mudah.

Untuk mengikuti tes TOEFL iBT ini kamu bisa menyesuaikannya dengan waktu, tempat ujian, dan biaya yang diperlukan untuk dapat sertifikat.

2. Kegunaan TOEFL ITP dan IBT

Seperti sudah kami singgung sebelumnya kalau TOEFL ITP bisa kamu pakai untuk keperluan tes pribadi. Kamu bisa menggunakannya untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan studi.

TOEFL iBT juga sering dipakai untuk kebutuhan persyaratan untuk mendaftar tes apapun. Sebelumnya tes ini banyak diikuti oleh para pelajar di Amerika Serikat dan Australia.

Namun untuk sekarang, TOEFL iBT sudah banyak diikuti oleh banyak orang di banyak negara, termasuk juga Inggris Raya. Padahal banyak universitas di Inggris, Australia, dan Selandia Baru yang memberi persyaratan berupa sertifikat IELTS.

Baca juga: Perbedaan TOEFL dan IELTS Secara Komprehensif

Tapi sekarang itu bukan jadi acuan lagi karena banyak universitas di dunia yang memberikan persyaratan berupa TOEFL iBT. Sehingga jenis TOEFL ini bisa juga kamu gunakan untuk mendaftar studi ke luar negeri.

3. Materi Tes

Perbedaan TOEFL ITP dan iBT yang selanjutnya yaitu dilihat dari sisi materi tesnya. Untuk tes TOEFL ITP hanya terdiri dari tiga sesi saja yaitu Reading, Listening, dan Structure and Expression Writing.

Pada tes TOEFL ITP ini tidak menyertakan tes Speaking, sehingga bisa mempermudah untuk kamu yang kesulitan berbicara dengan lancar.

Sementara untuk TOEFL iBT terdapat empat sesi yang harus kamu ikuti yaitu Reading, Writing, Listening, dan Speaking. Jadi kemampuan berbicara juga menjadi indikator penilaian dan secara langsung bisa berdampak besar pada skor hasil akhir tes TOEFL iBT kamu.

4. Skor Penilaian

Skor penilaian untuk TOEFL ITP dan IBT juga berbeda. Pada tes TOEFL ITP terdapat beberapa kategori penilaian, tergantung tingkat ujian yang kamu ambil.

Untuk tingkat pemula, skornya berkisar antara 200 sampai 500. Sementara untuk tingkat menengah dan lanjutan skornya berkisar antara 310 sampai 677.

Sementara untuk skor TOEFL iBT menyesuaikan dengan empat materi yang diujikan. Masing masing sesi mempunyai skor 0 sampai 30. Berarti kalau dijumlahkan, kemampuan bahasa Inggris terbaiknya adalah 120 poin.

Untuk memperoleh sertifikat TOEFL iBT dengan skor yang tinggi, kamu perlu menyeimbangkan setiap sesi tes yang kamu lakukan. Karena nilai semua sesi tersebut akan dijumlahkan.

Baca juga: Perbedaan TOEFL dan TOEIC, Testnya Susah Mana?

5. Biaya Tes

Biaya tes TOEFL IBT cenderung lebih mahal ketimbang TOEFL ITP. Dilansir dari Tirto, harga tes untuk TOEFLiBT berkisar $190 atau sekitar Rp2,4 juta.

Salah satu acuannya mungkin sesi tes untuk TOEFL iBT lebih banyak ketimbang ITP. Karena ada 4 sesi yang harus kamu lalui ketika tes TOEFL iBT, sementara TOEFL ITP hanya terdapat tiga sesi saja.

Dari penjelasan di atas, sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan TOEFL ITP dan iBT? Jadi untuk TOEFL iBT dilakukan di komputer dan tes bisa dilakukan secara online. Untuk sesi ujian yang diujikan ada Listening, Reading, Speaking, dan Writing.

Sementara untuk tes TOEFL ITP berbasis kertas dan jumlah sesi yang diujiankan hanya tiga saja. Ketiganya adalah Listening, Reading, dan Structure and Writing Expression.

Kalau kamu punya budget yang lebih besar, sebaiknya ikuti saja tes TOEFL iBT. Namun sesuaikan juga dengan persyaratan yang diminta oleh lembaga yang akan kamu ikuti apakah harus pakai TOEFL iBT atau TOEFL ITP.

Semoga penjelasan di atas bisa membantu kamu yang bingung apakah harus ikut tes TOEFL iBT atau ITP. Selamat mencoba.

Cecep Suparman, founder website cecepkocep.com yang menyukai dunia teknologi dan mobile games. Mulai terjun ke dunia blogging tahun 2018 dan masih tetap eksis sampai sekarang.

You May Also Like