Kuliah Jurusan Kedokteran Berapa Tahun?

Salah satu jurusan kuliah yang difavoritkan oleh banyak orang adalah Kedokteran. Meskipun biaya kuliah jurusan kedokteran itu tinggi, namun di beberapa universitas terbaik di Indonesia biaya kuliahnya tidak begitu besar.

Prospek untuk lulusan kedokteran memang sangat cerah karena tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Gaji yang ditawarkannya juga sangat menggiurkan.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan bahwa untuk gaji minimal seorang dokter umum yaitu Rp12,5 juta. Belum lagi jika kamu membuka praktek sendiri di rumah, pendapatan kamu tentu akan lebih besar lagi.

Namun untuk masuk jurusan kedokteran tentu saja tidak mudah. Banyak hal yang harus kamu persiapkan hingga akhirnya bisa lulus bahkan mendapatkan STR.

Ingin tahu lebih banyak tentang kuliah jurusan kedokteran? Simak penjelasan Cecepkocep berikut ini.

Syarat Masuk Kuliah Jurusan Kedokteran

Untuk masuk kuliah jurusan kedokteran, tentu saja ada syarat yang harus kamu penuhi. Apa saja syarat masuk Fakultas Kedokteran?

1. Memahami Bidang Kimia, Fisika, dan Matematika

Punya minat dan kemampuan yang tinggi di bidang Biologi ternyata tidak bisa membuat kamu jadi dokter yang hebat. Kemampuan tersebut juga harus didukung oleh bidang lainnya yaitu ilmu Kimia, Fisika, dan Matematika.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari SGU, tubuh manusia itu sangat kompleks. Tubuh manusia terdiri dari organ, jaringan, dan sistem yang saling bergantung satu sama lainnya.

Supaya bisa memahami interaksi dan interaksi yang terjadi di dalam tubuh, kamu harus punya ilmu Kimia, Fisika dan Matematika. Misal untuk mengetahui reaksi kimia dalam tubuh, kamu perlu tahu ilmu Kimia.

Ketika menjadi dokter, kamu juga harus menguasai peralatan penunjang seperti X-Ray. Untuk memahami cara kerjanya, kamu harus tahu dulu konsepnya yang bisa kamu pelajari di Fisika Kuantum.

2. Berpikir Sistematis

Tubuh itu seperti halnya mesin di pabrik yang selalu bekerja dengan alur tertentu hingga akhirnya menghasilkan produk. Di dalam tubuh manusia terdapat organ, jaringan, dan sistem yang saling berhubungan.

Untuk memahami dan menganalisisnya dengan baik, kamu tentu saja harus bisa berpikir secara menyeluruh dan sistematis. Oleh sebab itu kemampuan berpikir sistematis ini sangat dibutuhkan jika kamu ingin menjadi dokter.

3. Bahasa Inggris yang Baik

Pada dasarnya kamu akan dipandu dengan bahasa Indonesia ketika menjalani proses perkuliahan. Namun untuk mengumpulkan banyak informasi kamu membutuhkan skill bahasa Inggris yang baik.

Pasalnya informasi yang lengkap hanya bisa kamu peroleh dari jurnal atau buku-buku berbahasa Inggris. Kalau kemampuan bahasa Inggris kamu tidak memadai, tentu akan kesulitan untuk memperoleh informasi tersebut.

Selain itu, di dunia kedokteran kamu juga harus akrab dengan istilah-istilah dalam bahasa latin. Jadi segeralah untuk mempelajari bahasa asing dari sekarang sebelum masuk jurusan kedokteran.

Berapa Biaya Jurusan Kedokteran?

biaya kuliah kedokteran ugm

Untuk biaya kuliah jurusan kedokteran tentu sangat bervariasi. Kalau kamu kuliahnya di Universitas Negeri, harga yang perlu kamu siapkan tentu jauh lebih rendah dibandingkan Universitas Swasta.

Kalau kuliah di Universitas Negeri, sistem pembayarannya juga ada yang menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP).

Selain UKT dan BOP, kamu juga harus mempersiapkan uang pangkal atau biaya masuk. Terutama jika kamu mengikuti tes ujian masuk dengan Jalur Mandiri. Biasanya kamu akan masuk UKT golongan Tinggi.

Kamu juga harus mempersiapkan biaya pendukung lainnya seperti biaya pengalaman praktik internship, keilmuan, dan keterampilan. Besaran yang dikeluarkan oleh setiap universitas juga berbeda.

Informasi lengkap mengenai biaya jurusan kedokteran bisa kamu pelajari di artikel: Berapa Biaya Kuliah Kedokteran Sampai Lulus?

Untuk memperoleh gambarannya, sebaiknya kamu harus tahu dulu universitas jurusan kedokteran di Indonesia. Kampus mana saja yang menyediakan jurusan Kedokteran.

Beberapa universitas terbaik di Indonesia yang menyediakan jurusan kedokteran diantaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Airlangga (UNAIR).

Kamu bisa baca artikel kami mengenai universitas yang menyediakan jurusan kedokteran disini: Universitas Jurusan Kedokteran di Indonesia

Biaya kuliah yang harus kamu keluarkan untuk kedokteran umum berbeda dengan jurusan dokter spesialis. Misalnya biaya untuk jurusan kedokteran hewan dan kedokteran gigi tentu saja akan berbeda.

Berapa Lama Kuliah Kedokteran?

Jurusan kedokteran punya waktu yang lebih lama dibandingkan jurusan lain hingga akhirnya bisa dapat bekerja. Namun hal itu juga bergantung pada prestasi kamu.

Pada umumnya waktu yang kamu perlukan hingga jadi dokter yaitu minimal 6 tahun. Inilah proses yang harus kamu tempuh.

1. Kuliah Sarjana Kedokteran (S.Ked)

Kuliah di jurusan Kedokteran tidak menggunakan sistem Kredit Semester (SKS), namun menggunakan sistem blok.

Setiap blok itu kamu harus belajar satu sistem organ secara menyeluruh. Kamu harus belajar secara komprehensif mulai dari fungsi, penyakitnya, obat, cara pemeriksaannya bagaimana, hingga interpretasi hasil laboratorium.

Ketika kuliah di jurusan kedokteran, kamu juga tidak akan mengenal Ujian Akhir Semester (UAS) seperti halnya di jurusan lain. Sebagai gantinya, kamu akan menghadapi tiga ujian, yaitu:

1. Ujian Teori Tertulis

Ujian ini harus kamu tempuh di setiap akhir blok yang telah mempelajarinya. Bentuk ujian ini adalah pilihan ganda dengan jumlah pertanyaan mencapai 500 butir.

2. Ujian OSCE

Ujian ini juga akan kamu tempuh di setiap akhir blok. Ujian keterampilan ini memaksa kamu untuk mendiagnosa “pasien sandiwara” atau manekin di depan dokter penguji.

3. Ujian SOCA

Ujian ini akan kamu lakukan di setiap akhir 2 semester. Pada ujian ini kamu harus menjelaskan jawaban dari soal kasus secara lisan. Kamu harus menjelaskannya mulai dari konsep, tindakan, alasan, ekspektasi, hingga treatment yang akan kamu lakukan.

Setelah melakukan semua ujian di atas, kamu akan bisa wisuda dan memperoleh gelar sarjana kedokteran (S.Ked). Tapi sampai tahap ini kamu belum memperoleh gelar dokter ya…

2. Program Profesi (KAOS)

Pada program ini kamu akan dirotasi ke berbagai bagian di rumah sakit. Tujuannya yaitu untuk mempelajari kasus dokter yang ada di Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang dilakukan secara langsung.

Hal ini berbeda ketika kamu melakukan ujian OSCI dimana kamu melakukannya terhadap pasien peraga atau manekin.

Ketika menjalani profesi Dokter, kamu akan bertemu dengan pasien secara langsung. Dengan begitu kamu akan ditantang langsung berhadapan dengan pasien.

Perlu kamu perhatikan bahwa selama kamu menjalani KAOS, kamu tidak akan memperoleh gaji yang besar. Bahkan kamu harus masih membayar biaya kuliah lagi selama kuran glebih 2 tahun selama menjalani KAOS.

Setelah menjalani KAOS, kamu juga akan melakukan ujian lagi yaitu ujian performe dengan menggunakan metode mini clinical evaluation exercise (mini-CEX).

Dalam ujian ini kamu akan mewawancara, memeriksa, menganalisa, dan meresepkan obat kepada pasien di hadapan para dokter preceptor. Ada juga ujiannya yang berkaitan dengan stase yang sedang dijalani.

3. Ujian Sertifikasi

Kamu perlu menjalani satu langkah lagi sebelum akhirnya menyandang nama dokter di depan nama kamu. Tantangan terakhir yang harus kamu lalui yaitu dengan mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dan OSCE nasional.

UKMPPD merupakan ujian tertulis, sementara OSCE adalah ujian praktek. Kedua ujian itu dilakukan serentak secara nasional.

Kalau sudah dinyatakan lulus, kamu akan melakoni proses wisuda lagi dan mengucapkan Sumpah Dokter. Setelah itu kamu sudah resmi menyandang gelar dokter.

4. Internship

Meskipun sudah menyandang dokter, namun kamu belum diizinkan praktek. Karena kamu harus melalui masa internship terlebih dahulu untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) paten.

Selama internship ini, kamu tetap akan bekerja praktik di bawah naungan dokter senior. Meskipun begitu, kamu tetap akan memperoleh upah dari pemerintah.

Kalau kamu ingin mendalami ilmu tertentu, kamu harus mengambil program spesialis seperti spesialis mata, gigi, dan sebagainya. Rentang waktu yang diperlukan juga berbeda-beda tergantung spesialis yang kamu ambil.

Penutup

Bagaimana sudah punya gambaran mengenai kuliah jurusan kedokteran ini? Jadi perjuangan kamu untuk bisa jadi dokter dan praktek itu sangatlah panjang ya. Selain itu biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit.

Namun tidak perlu berkecil hati, terutama dengan masalah biaya. Karena sudah banyak lembaga yang menawarkan beasiswa. Selama kamu berusaha sebaik mungkin, pasti akan ada jalan untuk mencapai impian. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment