Kontrol Berat Badan! Ini Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Memiliki berat badan yang ideal tentu saja menjadi dambaan sebagian besar orang. Untuk mengetahuinya, kamu harus tahu dulu cara menghitung berat badan ideal. Sehingga kamu akan tahu apakah harus menurunkan atau justru menaikkan ukuran tubuh.

Jika berbicara tentang berat badan ideal, kebanyakan dari kita pasti tidak ingin mengalami masalah obesitas. Sehingga mereka akan melakukan banyak aktivitas untuk menurunkan berat badan. Padahal konteks berat badan ideal yang dimaksud disini tidak harus selalu gemuk.

Apa itu Berat Tubuh Ideal?

cara menghitung berat badan ideal

Setiap orang itu memiliki berat tubuh ideal yang berbeda-beda. Jadi jangan samakan berat badan ideal kamu dengan para model atau selebriti di dunia. Ada parameter tertentu untuk mengukur berat tubuh yang ideal.

Selain itu, untuk menghitung berat badan yang ideal juga belum ada formula atau rumus yang pasti. Pasalnya setiap orang memiliki berat badan, ukuran badan, dan bentuk badan yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, cara perhitungannya tidak hanya berpatokan pada berat badan saja. Akan tetapi juga melihat faktor lainnya misalnya usia dan tinggi badan seseorang.

Kenapa Harus Punya Berat Badan Ideal?

Memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas tentu saja memiliki dampak yang sangat buruk untuk tubuh. Salah satu efek yang akan ditimbulkan jika memiliki berat badan yang berlebih adalah penyakit kronis.

Kegemukan bisa menjadi awal mulanya penyakit kronis, sehingga berat badan memang perlu dikontrol. Beberapa penyakit kronis yang bisa dialami adalah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, penyakit hati, dan kandung empedu.

Efek yang paling berbahaya dari kegemukan adalah penyakit jantung dan stroke. Oleh sebab itu pastikan untuk mengontrol berat badan agar tidak berlebihan.

Sementara itu,berat badan kurang dari ideal juga bisa memberikan dampak yang sangat buruk. Salah satunya adalah kekurangan nutrisi. Efek yang akan kamu rasakan ketika kekurangan nutrisi adalah sangat lemah dan lesu serta mudah lelah.

Kekurangan berat badan juga bisa mempengaruhi fungsi tulang dan sendi pada tubuh seseorang. Karena kepadatan mineral pada tulang juga akan terganggu, misalnya kurangnya vitamin D dan kalsium. Sehingga tulang akan menjadi rapuh dan bisa terkena osteoporosis dengan lebih besar.

Bahkan sistem kekebalan kamu juga akan terganggu jika memiliki berat badan kurang dari ideal. Jika kekebalan tubuh sudah terganggu, maka penyakit akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Sehingga kamu akan lebih mudah sakit.

Supaya kekebalan tubuh kembali kuat, kamu harus mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, salah satunya protein. Enzim dan hormon yang ada di dalam tubuh memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga: Makanan yang Dipercaya Bisa Mencegah Infeksi Virus Corona

Cara Mengetahui Berat Badan Ideal

Ada banyak cara yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui berat badan yang ideal. Cara menghitung berat badan ideal anak dan orang dewasa tentu saja berbeda. Berikut ini adalah beberapa cara mengetahui berat badan ideal setiap orang.

1. Menggunakan Kalkulator Indeks Massa Tubuh

Salah satu cara untuk mengukur berat badan yang sering digunakan di dunia yaitu menggunakan kalkulator Indeks Massa atau BMI Charts. Jika menggunakan cara ini, kamu juga bisa memperkirakan kadar lemak yang dimiliki oleh setiap orang berdasarkan tinggi dan berat badannya.

Metode pengukuran berat badan ini juga digunakan oleh WHO (World Health Organization). Dari metode ini, indeks massa tubuh manusia itu berkisar dari rendah ke tinggi. Berikut ini adalah beberapa kategori yang digunakan dalam metode BMI Charts ini.

  • BMI kurang dari 18,5, terlalu kurus.
  • BMI antara 18,5 – 24,9, normal.
  • BMI  antara 25 – 29,9, pra-obesitas.
  • BMI antara 30 – 34,9, obesitas tingkat I.
  • BMI antara 35 – 39,9, obesitas tingkat II.
  • BMI lebih dari 40, obesitas tingkat III.

Lalu bagaimana rumus menentukan berat badan ideal dengan BMI Charts?

Menentukan berat badan seseorang dengan teknik BMI Charts ini menggunakan parameter berat badan dan tinggi badan. Rumus perhitungannya yaitu seperti ini:

BMI = Berat Badan / (Tinggi badan x Tinggi badan)

Baik, supaya lebih paham kamu bisa perhatikan simulasi di bawah ini.

Misalnya saya memiliki berat badan sebesar 74 kg dengan tinggi 165 cm (1,65 m). Berarti BMI saya adalah

= 74 / (1.65 x 1.65)

= 27.2

Dari perhitungan di atas, BMI saya adalah 27,2. Berarti berat badan saya sudah masuk ke dalam kategori pra-obesitas.

Tapi sayang metode pengukuran berat badan ideal dengan BMI Charts ini tidak diterapkan di seluruh dunia. Pasalnya metode ini tidak cocok diterapkan untuk postur tubuh orang-orang yang tinggal di Asia-Pasifik. Postur tubuh orang-orang di Asia-Pasifik berbeda dengan orang-orang di Eropa dan Amerika.

Asia-Pasifik memiliki ukuran Indeks Massa Tubuh yang berbeda dengan di benua lainnya. Biasanya Asia-Pasifik, termasuk Indonesia menggunakan kategori ukuran berdasarkan ukuran di bawah ini.

  • BMI <18,5, underweight (berat badan kurang).
  • BMI 18,5 – 22,9, normal.
  • BMI 23 – 24,9, overweight (kelebihan berat badan)
  • BMI > 25, obesitas tingkat I
  • BMI > 30, obesitas tingkat II

Kamu bisa menggunakan kalkulator Indeks Massa tubuh atau BMI Charts yang disediakan oleh klikdokter. Kamu hanya perlu memasukkan nama, umur, tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, dan aktivitas keseharian.

Untuk memeriksanya, kamu bisa menggunakan kalkulator menghitung berat badan ideal dari Klikdokter disini.

2. Menggunakan Rumus Broca

Cara menghitung berat badan ideal wanita sesuai umur yang bisa menggunakan rumus Broca. Rumus ini ditemukan oleh Pierre Paul Broca pada tahun 1871 dan dipopulerkan oleh Dr. BJ Devine pada tahun 1970-an.

Menentukan berat badan ideal dengan rumus Broca ini dihitung berdasarkan tinggi badan dan jenis kelamin. Rumus Broca untuk jenis kelamin perempuan yaitu sebagai berikut.

= (tinggi badan – 100) – (15% x (tinggi badan – 100))

Contoh perhitungannya bisa kamu pelajari seperti di bawah ini.

Ani memiliki tinggi badan 155 cm, maka perhitungannya seperti ini.

= (155 – 100) – (15% x (155 – 100))

= 55 – 15

= 40

Berarti berat badan ideal tinggi 155 cm untuk Ani adalah 40 kg. Jika lebih dari 40 kg, berarti Ani mengalami overweight.

Sementara rumus Broca untuk jenis kelamin laki-laki adalah sebagai berikut.

= (tinggi badan – 100) – (10% x (tinggi badan – 100))

Misalnya Andi memiliki tinggi badan 170 cm, maka berat badan idealnya adalah sebagai berikut.

= (170 – 100) – (10% x (170 – 100))

= 70 – 7

= 63 kg

Berarti berat badan ideal tinggi 170 untuk Andi adalah 63 kg.

Itulah beberapa cara menghitung berat badan ideal yang bisa kamu coba. Pastikan untuk memiliki berat badan yang ideal supaya memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari penyakit yang berbahaya. Jangan sampai berat badan kamu berlebihan ataupun kekurangan.

 

Next Post

No more post