6 Contoh Passive Income Di Desa Dengan Keuntungan Fantastis

Di era modern ini, memperoleh passive income atau pendapatan pasif bisa dilakukan dengan mudah. Bahkan kamu tetap bisa dapat passive income meskipun tinggal di pedesaan. Terdapat beberapa jenis passive income di desa yang bisa kamu manfaatkan dengan maksimal.

Sebelumnya perlu kamu ketahui dulu ya kalau passive income ini berbeda dengan active income. Dengan pendapatan pasif, kamu tidak perlu melakukan banyak kegiatan untuk memperoleh penghasilan. Berbeda dengan aktif income yang memaksa kamu harus bekerja, misalnya jadi pegawai kantoran.

Apa Itu Passive Income?

Passive income merupakan cara menghasilkan uang tanpa perlu melakukan pekerjaan ‘aktif’ secara langsung. Kasarnya, kamu tetap akan memperoleh penghasilan meskipun tidur seharian ataupun tidak bekerja.

Memiliki passive income ini tentu saja sangat penting karena kamu tidak perlu banyak melakukan pekerjaan. Namun untuk membangun passive income tentu saja tidak mudah. Pasalnya di awal merintis kamu harus berjuang hingga bisa menghasilkan secara rutin tanpa bekerja dengan lebih keras lagi.

Rekomendasi Passive Income Di Desa

Tak perlu berkecil hati meskipun saat ini kamu tinggal di pedesaan. Karena kamu juga tetap bisa memperoleh passive income halal dan tidak perlu banyak bekerja. Berikut ini akan cecepkocep.com berikan beberapa contoh usaha passive income yang bisa kamu lakukan di pedesaan.

1. Menjual Stok Foto

Seiring canggihnya perangkat smartphone, banyak orang yang lebih suka foto-foto. Meskipun hanya menggunakan kamera smartphone saja, hasil jepretannya tentu saja sangat bagus. Apalagi kalau melakukan pemotretan dengan cara yang benar.

Kalau kamu menyukai dunia fotografi, jangan sia-siakan hobimu itu. Karena sekarang ini kamu bisa menjual foto ke berbagai platform dan bisa memperoleh passive income.

Beberapa platform yang bisa kamu gunakan untuk menjual foto adalah Shutterstock dan iStock. Jika ada orang yang tertarik dengan foto kamu, mereka akan membelinya untuk kebutuhan konten. Menariknya lagi, kamu akan mendapatkan bayaran dalam bentuk mata uang dollar.

Karena produk yang dijual ini adalah produk digital berupa foto, maka kamu tidak perlu mempersiapkan produknya. Semakin banyak foto yang kamu upload ke platform tersebut, maka potensi kamu memperoleh pendapatan akan semakin besar.

Modal yang kamu perlukan untuk menjual stock foto ini sangat murah, apalagi kalau kamu sudah punya smartphone dengan kamera yang canggih. Selebihnya kamu tinggal memerlukan koneksi internet untuk proses uploading.

2. Affiliate Marketing

Banyak pemula yang menyebut kalau affiliate marketing ini adalah proses menyebarkan link. Itu memang tidak salah, namun jika hanya sekedar sebar link, kamu tidak akan memperoleh pendapatan.

Affiliate marketing merupakan aktivitas mempromosikan produk orang lain dan setiap ada penjualan kamu akan memperoleh komisi. Kalau di pedesaan, istilah affiliate marketing ini disebut dengan ‘makelar’.

Untuk memperoleh komisi yang besar, sebaiknya jenis produk yang kamu promosikan adalah produk digital. Misalnya adalah produk berupa kursus online, template desain grafis, ebook, dan sebagainya.

Kenapa affiliate marketing ini disebut sebagai aktivitas sebar link?

Ya, di dalam link affiliasi tersebut terdapat produk yang kamu tawarkan ke banyak orang. Namun supaya lebih mudah memperoleh penjualan, pastikan untuk menyisipkan link yang dilengkapi dengan konten. Dalam hal ini, copywriting punya peranan yang sangat penting.

Kamu bisa melakukan promosi untuk menyebarkan link affiliasi di blog maupun sosial media. Jangan hanya sekedar sebar link saja, namun juga lengkapi dengan konten.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Sampingan Karyawan Pabrik Dengan Modal Kecil

3. Buat Kursus Online

Kalau kamu punya bakat di bidang tertentu dan ingin menjualnya, kamu bisa membuat kursus online. Selain bisa memberikan manfaat untuk orang lain, kamu juga bisa memperoleh passive income.

Contoh kursus online seperti apa?

Salah satu contoh dari kursus online yang saat ini tengah terkenal adalah Ruang Guru. Kamu juga bisa menjual skill yang kamu miliki melalui kursus online seperti halnya Ruang Guru.

Menariknya lagi, kamu tidak harus bertatapan langsung dengan orang lain seperti halnya guru. Jadi sistemnya begini, kamu buat rekaman videonya terlebih dahulu secara struktur. Kemudian jika ada orang yang tertarik dengan materi yang kamu tawarkan, maka mereka harus membelinya.

Jadi tugas pertama kamu adalah membuat produknya terlebih dahulu berupa rekaman video materi. Setelah itu kamu tinggal mempromosikannya ke banyak orang. Sangat mudah bukan?

4. Membuat E-Book

Membuat kursus online memang sangat cocok untuk mereka yang pede ngobrol di depan kamera. Lalu bagaimana kalau kamu tidak pede untuk buat kursus online?

Solusinya yaitu dengan membuat E-book atau buku online. Namun untuk membuat produk digital berupa ebook ini, kamu harus punya kemampuan menulis yang bagus ya.

Kemudian ebook yang ditulis juga harus sesuai dengan ekspektasi pembaca yang kamu tuju. Jadi di awal, kamu harus tahu terlebih dahulu target pembaca kamu siapa. Sehingga penulisan ebook bisa disesuaikan dengan mereka.

Setelah ebook itu jadi, kamu bisa mempublikasikannya ke platform penerbit. Atau kamu juga bisa menjualnya di website WordPress kamu sendiri dengan memanfaatkan plugin.

Baca juga: Tips Bisnis Di Tengah Pandemi Agar Terus Memperoleh Penjualan

5. Jadi YouTuber atau Blogger

Jenis investasi passive income yang selanjutnya bisa kamu lakukan di desa yaitu dengan menjadi YouTuber atau Blogger. Pilih Blogger atau YouTuber?

Tergantung dengan skill dan perangkat yang kamu miliki.

Jika kamu kamu pede akting di depan kamera dan punya skill editing yang baik, jadilah YouTuber. Selain itu, kamu juga perlu perangkat yang cukup mumpuni untuk menjadi YouTuber, diantaranya adalah smartphone dan laptop.

Sementara kalau kamu lebih suka menulis dan punya perangkat yang terbatas, pilihlah blogger. Karena perangkat yang kamu perlukan untuk jadi blogger hanya laptop saja. Spesifikasi laptop tersebut juga tidak harus terlalu tinggi.

Jika kamu sudah memperoleh subscriber atau visitor yang banyak, blog atau akun YouTube kamu bisa monetasi. Salah satu jenis monetisasi yang bisa kamu lakukan yaitu dengan mengikuti program periklanan Google Adsense.

Selain dari Adsense, kamu juga bisa menyebarkan link affiliasi untuk memperoleh komisi penjualan. Banyak jenis monetisasi yang bisa kamu lakukan jika blog atau Youtube kamu sudah ramai.

6. Menjadi Developer

Contoh usaha passive income yang selanjutnya adalah dengan menjadi developer. Kamu bisa membuat aplikasi, website, atau template website. Pekerjaan sebagai developer memang kompleks.

Untuk memperoleh passive income dari developer kamu perlu skill coding yang sangat bagus. Jika sudah membuat aplikasi atau website, kamu bisa menjualnya dan memperoleh keuntungan.

Selain itu, banyak perusahaan yang saat ini memerlukan seorang developer. Jadi selain bisa memperoleh passive income, kamu juga bisa bekerja di perusahaan dengan sistem remote.

Baca juga: 5 Peluang Bisnis Untuk Mahasiswa Pemula yang Menguntungkan

Itulah beberapa contoh usaha passive income di desa yang bisa kamu coba. Jika dilakukan dengan serius, kamu bisa memperoleh passive income 100 juta atau lebih. Selain dari passive income, kamu juga bisa memperoleh pendapatan dari aktif income dengan bekerja.

Leave a Comment