Contoh Motivation Letter Beasiswa Luar Negeri

Motivation Letter merupakan persyaratan yang sangat penting ketika kamu mendaftar beasiswa. Supaya hasilnya maksimal, kamu perlu mengetahui contoh motivation letter beasiswa luar negeri sebagai acuannya.

Motivation letter punya peranan yang sangat penting karena penilaian calon penerima beasiswa tidak dilihat dari prestasi akademik/non akademik saja. Tak hanya jadi persyaratan utama saja, tapi juga bisa menjadi penentu.

Sebelum ke contoh motivation letter yang bagus, kamu harus tahu dulu sebenarnya apa itu motivation letter. Simak penjelasan Cecepkocep mengenai motivation letter di bawah ini ya.

Apa Itu Motivation Letter?

Seperti kami lansir dari Edunation, motivation letter adalah surat yang menjelaskan kenapa kamu sebagai pelamar akan menjadi kandidat yang kuat untuk program atau beasiswa yang kamu lamar.

Dalam proses pendaftaran beasiswa, motivation letter menjadi persyaratannya, khususnya beasiswa luar negeri. Banyak juga pelamar yang gagal dan tidak lolos beasiswa karena motivation letter yang mereka buat tidak maksimal.

Berkas yang harus kamu persiapkan ketika mendaftar beasiswa itu memang cukup banyak. Salah satu berkas yang benar-benar harus kamu persiapkan adalah motivation letter. Di dalam dokumen ini, kamu akan merangkum perjalanan dan prestasimu.

Di dalam motivation letter ini kamu bisa menuangkan catatan prestasi dan kualifikasi. Jangan lupa juga untuk mencantumkan alasan kamu berhak mendapatkan beasiswa.

Tidak hanya itu, dalam membuat motivation letter ini harus juga disesuaikan dengan karakteristik program atau universitas yang kamu lamar. Sehingga hasil motivation letter juga bisa sesuai dengan pihak pembuat program beasiswa.

Dengan membuat motivation letter yang menarik, pihak penerima beasiswa akan melihat kesungguhan dan kelayakan kamu untuk menerima beasiswa.

Baca juga: Universitas Terbaik Di Amerika Serikat 2021 versi THE

Struktur Motivation Letter

Karena motivation letter ini adalah surat, sudah pasti di dalamnya ada susunan atau struktur yang harus kamu perhatikan. Berikut ini adalah struktur utama yang harus kamu perhatikan ketika membuat motivation letter.

1. Pembuka

Pada bagian pembuka, perkenalkan nama, asal sekolah atau universitas, dan aktivitas yang sedang kamu lakukan. Berikan alasan singkat kenapa kamu tertarik untuk mengikuti program beasiswa.

Pastikan untuk mengucapkan salam pembuka pada motivation letter, misalnya “Yth (nama lembaga beasiswanya),”. Jika dalam bahasa Inggris kamu bisa menulisnya seperti “To Whom It May Concern”.

Di bagian pembukaan ini kamu juga bisa menuliskan quote yang berhubungan dengan program studi dengan permasalahan yang terjadi saat ini. Namun quote ini sifatnya tidak wajib, namun bisa membuat motivation letter kamu jadi menarik.

Berikut ini adalah contoh pembuka motivation letter yang kami lansir dari Ruangguru.

Yth, Panitia Penyelenggara Program Beasiswa Ilmu Kedokteran.

Sejak kecil, saya diajarkan untuk menolong sesama. Bukan dalam bentuk materi, tetapi ilmu yang dapat membantu kehidupan mereka menjadi lebih baik. Dengan kesungguhan hati dan bekal ilmu yang saya dapat semasa sekolah, saya ingin menjemput kesempatan menjadi salah satu penerima beasiswa dari (nama lembaga).

Saya, (nama kamu), menulis surat ini sebagai bentuk ketertarikan terhadap program beasiswa Kedokteran. Saat ini, saya baru saja menyelesaikan masa studi di SMA jurusan IPA.

Sembari menunggu penerimaan mahasiswa, saya bergabung dalam organisasi non profit yang berfokus pada penyediaan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil. Minat saya terhadap kesehatan cukup tinggi, terutama pada bidang ilmu Kedokteran.

Saya percaya bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sudah terbayang kan untuk membuat pembuka motivation letter seperti contoh di atas? Yuk tuliskan pembuka motivation letter versi kamu sekarang.

2. Isi

Bagian terpenting dalam motivation letter adalah isi. Di dalam bagian ini kamu harus memberikan informasi yang lebih mendetail, namun padat. Tulis berbagai hal yang ingin kamu sampaikan dengan rinci.

Ada tiga hal yang harus kamu tulis dalam isi motivation letter yaitu pengalaman, motivasi, dan tujuan kamu.

Di bagian pengalaman, jelaskan apa saja yang pernah kamu lakukan dan pernah kamu capai di bidang yang kamu lamar. Tuliskan juga berbagai prestasi yang relevan yang pernah kamu raih.

Alangkah lebih baik kalau kamu punya bukti pendukung atas kemampuan yang kamu miliki. Misalnya kamu punya kemampuan bahasa Inggris yang baik, sebaiknya buktikan kemampuanmu itu dengan sertifikat IELTS.

Bila memang diperlukan, ceritakan proses yang kamu lalui untuk mencapainya. Kemudian ceritakan juga alasan kenapa kamu tertarik mempelajari bidang tersebut.

Pada bagian motivasi, isilah dengan alasan kamu mendaftar program beasiswa yang kamu lamar. Sampaikanlah alasan kamu dengan kuat dan terperinci.

Lanjut ke bagian tujuan, isilah dengan tujuan yang ingin kamu gapai. Sesuaikan tujuan tersebut dengan isu yang tengah terjadi saat ini dan karakteristik lembaga yang memberikan program beasiswa yang kamu lamar.

Berikut ini adalah contoh isi dari motivation letter yang bisa kamu jadikan referensi.

Ilmu tidaklah cukup jika hanya tertuang di lembaran kertas, oleh sebab itu saya aktif mengikuti (nama organisasi) supaya dapat berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat.

Di (nama organisasi) ini, saya ditunjuk sebagai Wakil Kepala Humas yang bertanggung jawab untuk mensosialisasikan kampanye kesehatan dan membangun kemitraan dengan pihak donatur untuk menyediakan fasilitas di daerah terpencil.

Dalam melakukan kegiatan tersebut, saya berkomunikasi dengan relawan di luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Jerman. Saya mahir berbahasa Inggris dan Jerman aktif, serta memiliki skor IELTS 7,5 dari 9.

Saat bekerja dengan mereka, saya terinspirasi untuk mengambil program studi kedokteran di luar negeri. Belajar di negara lain bisa membuka cakrawala dan wawasan menjadi lebih luas.

Mempelajari budaya sekaligus karakter orang yang berbeda dapat meningkatkan kepekaan saya terhadap orang lain, yang sangat dibutuhkan dalam ilmu kedokteran.

Baca juga: Perbedaan TOEFL Dan IELTS Secara Komprehensif

3. Penutup

Di bagian penutup ini, kamu harus meyakinkan pemberi beasiswa kalau kamu memang orang yang tepat. Buatlah closing statement dan sampaikan kembali poin terkuat kamu, serta kenapa lembaga/universitas harus memilih kamu.

Tuliskan juga apa saya yang kamu harapkan bila diterima di kampus yang diinginkan. Kalau keterima jadi mahasiswa di luar negeri, kamu mau ngapain disana. Ungkapkan secara jujur dan realistis.

Tuliskan semua hal itu secara singkat, jelas dan tegas yang bisa menunjukkan kepercayaan kamu.
Berikut ini adalah contoh penutup motivation letter yang bisa kamu jadikan referensi.

Demi mewujudkan cita-cita, saya berencana mengambil program studi ilmu Kedokteran (nama kampus) melalui program beasiswa (nama lembaga).

Apabila terpilih menjadi penerima beasiswa, saya akan membangun fasilitas kesehatan yang lebih memadai di Indonesia. Bersama yang lainnya, saya ingin meningkatkan kualitas doktor dan perawat bagi masyarakat Indonesia.

Demikian surat motivasi yang saya buat. Jika ada dokumen lain yang diperlukan atau diskusi lanjutan, Bapak/Ibu bisa menghubungi melalui kontak yang tertera di bawah ini.

Salam Hangat,

(nama lengkap)

(nomor telepon)

Contoh Motivation Letter Beasiswa Luar Negeri Bahasa Inggris

Dari penjelasan di atas, kamu sudah tahu kan cara membuat motivation letter yang baik dan benar? Contoh surat motivasi beasiswa di atas bisa kamu jadikan referensi untuk mendaftar beasiswa di dalam negeri seperti LPDP dan Bidikmisi.

Untuk pembuatan motivation letter berbahasa Inggris juga sama saja dengan bahasa Indonesia. Berikut ini adalah contoh motivation letter beasiswa bahasa Inggris yang bisa kamu jadikan referensi.

Dear Sir/ Madam,

My name is Joko Pamungkas, a young researcher at the Research Centre for Oceanography (RCO), Indonesian Institute of Sciences. Personally, I have been waiting for approximately five years (since 2005 until now) to apply for the International Studies in Aquatic Tropical Ecology (ISATEC) programme at the University of Bremen, Germany.

When I was an undergraduate at the Jenderal Soedirman University, I joined the Science for the Protection of Indonesian Coastal Marine Ecosystems (SPICE), i.e. a bilateral marine research project between Indonesia and Germany. At the time, I learned so much from two German scientists, i.e. Dr. Tim Jennerjahn (the project coordinator) and Dr. Inga Nordhaus. Since then, I have been dreaming of pursuing a master’s degree at the University of Bremen. This led me to, after getting my B.Sc. in 2007, compete with thousands of Indonesian graduates to get a position as a marine biologist at the research institution where I work now – this is because I need a relevant professional career to be eligible to apply for the study programme at Bremen University.

This year, I have been awarded a DAAD scholarship to study at the university. Yet, I failed the IELTS test that my scholarship is being postponed. Now, after succeeding on the test, I come back with a new application.

The reason I insist on choosing ISATEC is because, first, the study programme fit very well with my field of work, previous educational background and interest. This is essential since my major task at the RCO is to conduct marine research related to marine biodiversity and anthropogenic impacts on the marine life in eastern Indonesia. Besides, my involvement in the study programme will be beneficial for both countries (Indonesia and Germany) as my master thesis is planned to be part of the SPICE project (my master project will be supervised by Dr. Inga Nordhaus).

Your university, as far as I am concerned, is also international orientated. Thus, learning at your university, besides improving my English proficiency, will provide me with a perfect chance to do networking with relevant people from all around the world. This is most advantageous as in the future international marine research collaborations between the Indonesian Government and other countries are likely to happen more frequently.

Finally, I hope I have revealed my desire to study in an amazing country and reputable university like yours. I am confident that if an opportunity is given to me, I will succeed and thereafter implement my risen knowledge and skills to improve marine research in my country, Indonesia.

Ambon, December 08th, 2010

Best wishes,

Joko Pamungkas

Contoh lainnya yaitu sebagai berikut.

contoh motivation letter beasiswa bahasa Inggris
Contoh motivation letter beasiswa bahasa Inggris. Sumber: Glints

Baca juga: Universitas Terbaik di Australia 2021 & Terkenal

Dokumen yang harus kamu persiapkan untuk mendaftar beasiswa baik dalam negeri dan luar negeri memang cukup banyak. Tahapannya hingga kamu keterima juga relatif lebih panjang. Oleh sebab itu kamu perlu mempersiapkannya dengan matang.

Demikianlah cara membuat dan contoh motivation letter beasiswa luar negeri yang bisa kamu jadikan acuan. Semoga bermanfaat dan selamat berjuang!

Cecep Suparman, founder website cecepkocep.com yang menyukai dunia teknologi dan mobile games. Mulai terjun ke dunia blogging tahun 2018 dan masih tetap eksis sampai sekarang.

You May Also Like